Makna Sesungguhnya dari 10 Ikrar

MAKNA SESUNGGUHNYA DARI 10 IKRAR

壹、前言

KATA PENGANTAR

△  凡入白陽法門之原子,必先誠心跪於明明上帝蓮下,誠心當愿,而後方能承師指點明路。

Asalkan bibit Buddha yang masuk ke dalam Pintu Dharma Pancaran Putih harus terlebih dahulu dengan khusuk/khidmat berlutut di hadapan Lau Mu (Tuhan Yang Maha Esa), dengan tulus mengucapkan ikrar kemudian barulah bisa di beri petunjuk sebuah jalan yang benderang oleh Guru Penerang.

△     故十條大愿對白陽弟子而言,至為重要。

Makanya 10 ikrar bagi murid – murid Pancaran Putih adalah sangat penting sekali.

貳、十條大愿之真義

HAKEKAT SESUNGGUHNYA DARI 10 IKRAR

一、 誠心抱守

DENGAN KESUNGGUHAN HATI DALAM MEMELUKNYA

  1. 修道唯誠

Membina Tao hanyalah dengan kesungguhan hati

上士聞道,拳拳服膺,須臾不離,此乃誠心抱守之簡意。

Bagi yang berjodoh mendapatkan Tao, dipeluknya dengan erat, tanpa hendak melepaskannya walau sekejap pun, ini merupakan arti yang sangat sederhana dan dengan kesungguhan hati dalam memeluknya.

  1. 上根之人逢遇真道,以無執之心,行無為之道,精進不懈,始終如一,順境不沉,逆考不變。

Orang yang berakar Buddha yang baik, menjumpai Tao Sejati dengan hati yang tidak terbelenggu, menjalankan Tao tanpa ada yang diperbuat – buat, giat terus tanpa bermalas -malasan, dari awal sampai akhir tetap sama, dalam keadaan yang lancar tidak tenggelam, dalam keadaan tidak lancar tidak berubah.

  1. 中根之人,虛心推誠,眾善奉行,諸惡莫作,踏實平實。

Bagi yang berakar Buddha sedang, dengan kerendahan hati dalam kesungguhan terhadap Tao, segenap kebajikan akan dapat dipenuhinya, segenap kejahatan tidak akan dilakukannya, menjalani dengan penuh kejujuran,

  1. 下根之人,不掛虛名,不敷衍應付,不潦草欺偽,如此誠誠懇懇,唯恐自欺欺人。

Bagi orang yang buruk akar jodohnya, tidaklah hanya menyandang nama kosong saja, tidak sekedar hanya menghadapi saja, tidaklah berbuat sembarangan, dengan demikian barulah penuh dengan kesungguhan, yang hanya ditakutkan adalah menipu diri sendiri dan orang lain.

△     如此則符合於誠心抱守之愿。

Dengan demikian barulah sesuai dengan ikrar “Dengan Kesungguhan Hati Dalam Memeluknya”

二、 實心懺悔

DENGAN KESUNGGUHAN HATI DALAM BERTOBAT

△    覺念常在,照徹無明,雲生隨散,不覆本性,知過勇改,曉非敢絕,此為實心懺悔之簡意。

Niatan kesadaran tetap selalu ada, untuk menerangi kegelapan batin, awan yang bermunculan akan tersibakkan, kembali kepada sifat semula, tahu salah dan berani untuk merubahnya, tahu tidak benar berani untuk menolaknya, ini merupakan arti / makna yang singkat dari “Dengan Kesungguhan Hati Dalam Bertobat”

  1. 上根之人,無心無念,不起分別,不起邪見,不生妄心,不動惡念。

Orang yang berakar Buddha baik, tanpa ada timbul niatan dan kehendak, tanpa timbul perbedaan, tanpa berpikiran yang sesat, tidak mempunyai hati yang muluk-muluk / angan – angan, tidak timbul niat yang buruk.

  1. 中根之人,不遮掩自己之過錯,時時反省,改過自新。

Orang yang berakar Buddha sedang, tidak akan menutupi kesalahan dirinya, setiap saat berinstropeksi diri, merubah diri sendiri agar menjadi kepribadian yang baru.

  1. 下根人以不知不過,一遇有人指點不是,實心遷善,不以虛心假面子為榮,而以認過改過為勇。

Orang yang berakar Buddha rendah, tidak tahu akan kesalahannya, sewaktu orang lain memberitahukan akan kesalahannya akan bersungguh merubah diri menjadi baik, melainkan bukan bangga mempunyai topeng palsu, mengetahui kesalahan, mengubah kesalahan sebagai keberaniannya.

三、 虛心假意

BERHATI YANG PURA-PURA

一切迷惑痴愚,不見自本佛性,不識本心,不能常生智慧,皆是虛心假意。

Segala ketersesatan kebodohan, tidak tertampakkan sifat semula yang bersifat Buddha, tidak mengenali akan sifat semula, tidak dapat selalu timbul kearifan, semuanya merupakan hati yang penuh dengan kepura-puraan.

  1. 上根人常住般若法輪降伏邪心。

Bagi orang yang berakar Buddha baik, sering menggunakan kearifannya untuk mengurangi hati yang sesat

  1. 中根人斬斷言行不一,口是心非。

Bagi orang yang berakar Buddha sedang, memutuskan perkataan dan kelakuan yang tidak sesuai, “mulut berkata ya tapi hati berkata tidak”.

  1. 下根人杜絕借道混日,裝模作樣,如此則達本這條愿   力。

Bagi orang yang berakar Buddha rendah, menolak dengan menggunakan nama sebagai pembina Tao dalam berpura – pura melewati hari demi hari, dengan demikian barulah bisa mencapai kekuatan ikrar dalam butir ikrar ini.


四、 退縮不前

MUNDUR TANPA MAU MAJU

  1. 上根之人以不能勤行精進、忍辱、持戒、布施、智慧為退縮不前。

Bagi orang yang berakar Buddha baik, bila tidak rajin dan bergiat, tidak bersabar atas penghinaan yang diterima, tidak mematuhi larangan / sila, tidak beramal jasa pahala, tidak berkearifan, semuanya dianggap sebagai “Mundur Tanpa Mau Maju”

  1. 中根之人以經不起種種考驗、磨煉,而未能真實行愿了愿。

Bagi orang yang berakar Buddha sedang, tidak bisa menerima berbagai cobaan dan terpaan, dan tidak mampu dengan sebenar-benarnya dalam menjalankan ikrar dan menunaikan ikrar.

3. 下根之人以始勤終怠,忽進忽退,道志若有若無為退縮不前。

Bagi orang yang berakar Buddha rendah, mulanya rajin terakhir malas, sebentar maju sebentar mundur, tekad Taonya sepertinya ada sepertinya tidak, itu dianggap sebagai “Mundur Tanpa Mau Maju”.

五、 欺師滅祖

MENIPU GURU DAN KAKEK GURU

  1. 上根人以不能契會祖師之心,不能領悟大道實義,不能代天傳出真理,為欺師滅祖。

Bagi orang yang berakar Buddha baik, akan menganggap bila tidak dapat memahami kehendak Kakek Guru, tidak dapat memahami arti dan makna Tao, tidak dapat mewakili Langit menyebarkan Hakekat Kebenaran, semuanya adalah sebagai hal yang tergolong “Menipu Guru Dan Kakek Guru”.

  1. 中根人以離開明師命脈法船另投他們為欺師滅祖。

Bagi orang yang berakar Buddha sedang, dengan meninggalkan Guru Penerang, pergi menyembah pada aliran lain, itu tergolong sebagai hal yang menindas dan menipu Guru dan Kakek Guru.

  1. 下根人以不尊重點傳師、講師、引保師或違逆天命者為欺師滅祖。

Bagi orang yang berakar Buddha rendah, akan menganggap bila tidak menghormati Pandita, juru kotbah, pengajak dan penjamin atau melanggar Firman Tuhan sebagai hal yang Menipu Guru dan Kakek Guru.

六、 藐視前人

MEMANDANG RENDAH SESEPUH

  1. 上根人以不能繼往開來,承續真理薪火,替先聖先賢肩擔,為藐視前人。

Bagi orang yang berjodoh baik dengan Buddha, akan menganggap bila tidak bisa meneruskan pembabaran, tidak bisa meneruskan pengembangan dari Hakekat Kebenaran, tidak bisa memikul tanggung jawab dari Para Suci, semuanya adalah telah “Menganggap Rendah Sesepuh”

  1. 中根人以不能伸展前人志向抱負,不能完成前人交待之宏法佈德訓示為藐視前人。

Bagi orang yang berakar Buddha sedang, akan menganggap bila tidak dapat mengembangkan tekad dari Sesepuh, tidak dapat meneruskan amanat Sesepuh untuk mengembangkan Tao, dianggap sebagai telah Memandang Rendah Sesepuh

  1. 下根人以愩高自大,目無長上,不恭前人,不順前人為藐視前人。

Bagi Orang yang berakar Buddha rendah, akan menganggap bila dengan kesombongan tidak memandang sebelah matapun terhadap orang lain, tidak menghormati Sesepuh, tidak menurut / mematuhi para sesepuh, sebagai telah Memandang Rendah Sesepuh

七、 不遵佛規

TIDAK MEMATUHI ATURAN BUDDHA

  1. 上根之人以起心動念,行住坐臥,不契合中和。

Bagi yang berakar jodoh Buddha baik, akan dengan terbesit niatan dan hati tergerakkan, kehidupan sehari-hari tidak sesuai dengan hukum Tengah Harmonis.

  1. 中根人以不守五常五戒、不行十善八德。

Bagi yang berakar jodoh Buddha sedang, tidak mematuhi 5 kebiasaan dan 5 pantangan, tidak menjalankan 10 kebajikan 8 moral.

  1. 下根人以在佛堂喧雜吵鬧、衣冠不整、不懂禮儀。

Bagi yang berakar jodoh Buddha rendah, beranggapan ribut dalam vihara, pakaian tidak rapi, sebagai tidak menaati peraturan Buddha.

八、 洩露天機

MEMBOCORKAN RAHASIA LANGIT

  1. 上根之人以不言而言,非人而言,機未契,緣未熟,而開示妙玄者為洩露天機。

Bagi yang berakar jodoh Buddha baik, menganggap bila dengan “nyata – nyata tidak boleh diucapkan oleh orang awam biasa, malahan akan diutarakannya, jodoh belum matang, kesempatan belum tiba, lalu membeberkannya” disebut telah membocorkan rahasia Langit.

  1. 中根之人以隨便公開三寶心法為洩露天機。

Bagi yang berakar jodoh Buddha sedang, akan beranggapan bila dengan sembarangan membocorkan Dharma Hati Tiga Pusaka, berarti telah “Membocorkan Rahasia Langit”.

  1. 下根人則以在未點佛燈之情況下,用文字或言語透露三寶之名相為洩露天機。

Bagi yang berakar jodoh Buddha rendah, akan menganggap sebelum menghidupkan Lentera Buddha, dengan tulisan atau ucapan telah membocorkan Tiga Pusaka disebut sebagai telah Membocorkan Rahasia Langit

九、 匿道不現

TIDAK MAU MEMBERITAHUKAN TAO PADA ORANG LAIN

  1. 上根人以不能隨緣不變,不便應緣,同體大悲,無緣大慈為匿道不現。

Bagi yang berakar jodoh Buddha yang baik, akan menganggap bila tidak bisa menyesuaikan jodoh orang lain disebut telah tidak mau memberitahukan Tao pada orang lain.

  1. 下根人以不能渡人勸人向道為匿道不現。

Bagi yang berakar jodoh Buddha rendah, akan mengangap bila dengan tidak dapat melintasi orang, menasehati orang untuk mengarahkan pada Tao, berarti telah  disebut tidak mau memberitahukan Tao pada orang lain.

十、 不量力而為者

TIDAK MENYESUAIKAN KEMAMPUANNYA DALAM MELAKSANAKANNYA

  1. 上根人以不能消習罪業,不能斷煩惱無明,不能破除我法二執,不能證實相為不量力而為。

Bagi yang berakar jodoh Buddha baik, akan menganggap dengan tidak bisa memberantas dosa, tidak dapat memutuskan kekalutan dan kegelapan batin, tidak bisa memecahkan belenggu keakuan dan Dharma, sebagai “Tidak Menyesuaikan Kemampuannya di dalam Melaksanakan”.

  1. 中根之人以情枷愛看不破,名利如命奇貨居,良辰佳期付流水,茍安怠縮誤時機為不量力而為。

Bagi yang berakar jodoh Buddha sedang, akan menganggap dengan tidak bisa memutuskan belenggu perasaan jasmani dan nama serta keuntungan, membiarkan kesempatan baik mengalir seperti air, lamban dan menelantarkan kesempatan disebut telah melaksanakan “Tanpa Menyesuaikan Kemampuan Yang Ada Dalam Melaksanakannya“

  1. 下根之人以種種藉口理由,說難、說忙、沒空聽道、修道、辦道、不常親近道場、道親,疏於叩首燒香為不量力而為。

Bagi yang berakar jodoh Buddha rendah, akan menganggap bila dengan berbagai macam alasan, bilang sedikit sibuk tak ada waktu mendengarkan ceramah, tak sempat membina Tao, melaksanakan Tao, tidak sering ke vihara, tidak bersujud, sebagai telah tidak “Menyesuaikan Kemampuannya Dalam Melaksanakannya”.

結論:

KESIMPULAN

一、 十條大愿是白陽弟子在求道當天所誠立之愿。

Ke Sepuluh Ikrar Besar merupakan ikrar yang mesti diucapkan oleh murid – murid Pancaran Putih sewaktu memohon Tao.

二、 立愿必須了愿、行愿方能帶爾真修,了愿才能成真。

Mengucapkan ikrar pasti harus menunaikan ikrar, mengamalkan ikrar barulah dapat bersungguh – sungguh dalam membina, menunaikan ikrar barulah dapat berhasil

三、 白陽弟子各人根器不同,體認不同,故所行所證亦然不同。

Murid – murid Pancaran Putih masing – masing mempunyai akar jodoh yang berlainan, pemahaman yang berlainan, makanya pelaksanaannya dan hasil yang didapat tidaklah sama.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s